Sabtu, 18 Desember 2010

Perjuangan menuju final belum usai

Perjuangan Menuju Final Belum Usai

indofilipinn.jpg Tak ada waktu istirahat bagi Timnas Indonesia meski mampu mengalahkan Filipina 1-0 di leg-1 semi final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sehari setelah pertandingan, Firman Utina dkk langsung berlatih lagi untuk menyongsong leg-2 semi final, Minggu (19/12) mendatang.

Dalam pertandingan pertama tersebut, pelatih timnas Alfred Riedl mengaku terkejut dengan permainan Filipina. Younghusband dkk ternyata lebih kuat dari perkiraan Riedl sebelumnya.

" Hari ini kita tahu, mengapa mereka bisa sampai ke semi final. Mereka benar - benar lebih kuat dari yang kita prediksi. Mereka punya pertahanan yang sangat bagus," ungkap Alfred Riedl.

Sebaliknya, Alfred Riedl sendiri menilai permainan anak asuhnya kali ini tidak sebaik di penyisihan grup. Namun, ia tidak terlalu menyalahkan anak asuhnya karena Filipina memang bermain lebih bertahan sehingga sedikit menyulitkan.

Belajar dari pertandingan pertama ini, Riedl akan mulai mempersiapkan taktik yang berbeda kepada anak asuhnya dalam latihan yang berlangsung Jumat (17/12) di lapangan timnas Senayan Jakarta.

" Kita akan menghadapi pertandingan yang sulit pada laga kedua. Untuk itu seluruh pemain harus fokus, konsentrasi dan menjalankan taktik sesuai instruksi. Perjuangan belum usai," kata Riedl.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, meminta para penonton untuk tidak lagi menyalakan petasan di stadion. Pasalnya, jika itu kembali terjadi di semi final kedua, Indonesia terancam tidak bisa menggelar laga home jika mampu mencapai final. Himbauan serupa pun diucapkan oleh Mennegpora Andi Mallarangeng. Ia meminta penonton jangan sampai malah merugikan perjuangan pemain di lapangan.

Sejarah timnas

Sejarah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
  •  Sekilas Tentang PSSI
PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.
•  Awal Mula Berdirinya PSSI
PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.
Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita – citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri – ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain – lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).
Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil – wakil dari VIJ (Sjamsoedin – mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan “stridij program” yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .
Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan – jalan atau tempat – tempat dan di alun – alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.
Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.
Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club “ pada tahun 1936.
Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut “Gentelemen's Agreement” yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.
Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 – 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.
M asuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).
•  Perkembangan PSSI
Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.
Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.
Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.
Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari :
•  Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
•  Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.
•  Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:
•  Dibawah usia 15 tahun (U-15)
•  Dibawah usia 17 tahun (U-170
•  Dibawah Usia 19 tahun (U-19)
•  Dibawah usia 23 tahun (U-23)
•  Sepakbola Wanita
•  Futsal.
PSSI pun mewadahi pertandingan – pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI. Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan – pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI.
Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah – daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat.
Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.
Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu – satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.

http://www.pssi-football.com/id/history.php

Latihan jelang lawan filipina

Latihan Terakhir Jelang Lawan Filipina

irfanlatakhir.jpg Timnas Indonesia Rabu (15/12) pagi menggelar latihan untuk terakhir kalinya menjelang laga semifinal pertama melawan Filipina, Kamis (16/12) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Pada fase latihan terakhir Firman Utina dkk ini, pelatih kepala Alfred Riedl memberikan kesempatan kepada juru foto media cetak dan kamerawan televisi untuk mengambil gambar pada 15 menit pertama. Setelah itu, mereka diminta meninggalkan lapangan.

Seusai latihan, Alfred Riedl baru berkenan memberikan keterangan kepada wartawan. Dia kembali menegaskan bahwa pada dasarnya dia tetap akan menurunkan pemain yang berada dalam kondiri terbaiknya pada semifinal besok, tak terkecuali team starter pada dua partai pertama babak penyisihan grup, saat melindas Malaysia 5-1 dan menggunduli Laos 6-0. Dia tak banyak memberikan komentar saat ditanya tentang strategi Filipina yang akan "mengunci" beberapa pemain kuncinya, termasuk Christian "El Loco" Gonzalez.

Pada sesi latihan terakhir menjelang laga semifinal ini, Alfred Riedl memberikan beberapa variasi permainan. Di awal latihan, para pemain melakukan pemanasan di trek selama sekitar sepuluh menit, baru kemudian memasuki lapangan. Hanya satu gawang yang bisa dipakai pada latihan timnas ini, yang berada di sisi utara. Gawang yang berada di selatan belum bisa dipakai karena bagian depannya tengah dipasangi rumputan baru, yang masih basah. Tambahan rumputan baru di muka gawang selatan ini akan dipadatkan lebih dulu agar bisa dipakai saat timnas Filipina menjajal lapangan SUGBK Rabu sore.

Saat timnas Filipina menjajal lapangan SUGBK Rabu sore, Alfred Riedl mendiskusikan pola dan strategi permainan calon lawannya tersebut dengan para pemainnya. Diskusi dan analisis permainan tim Filipina ini dilakukan setelah mereka "nobar" di salah satu ruangan Lagoon Tower, menyaksikan rekaman video pertandingan Filipina sewaktu bermain seri dengan Singapura dan mengalahkan Vietnam. Video rekaman pertandingan antara Filipina dengan Myanmar, pada laga pamungkas penyisihan grup B di Hanoi, tak diperlukan Alfred Rield karena dia menonton langsung pertandingan tersebut.
http://www.pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=3049

Timnas indonesia

Irfan & Firman Diharapkan Fit Lawan Filipina

wpsalamansm.jpg Timnas Indonesia menatap laga kedua semi final AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Filipina, Minggu (19/12) dengan serius. Kemenangan 1-0 yang diraih pada laga pertama belum cukup mengamankan tiket ke final. Pelatih Alfred Riedl pun tak ingin mengubah komposisi starter pemain.

Sejak awal Alfred Riedl memang memprediksi laga kedua ini bakal lebih menyulitkan bagi Indonesia. Kondisi Firman Utina dan Irfan bachdim yang tengah cedera pun tersu dipantau untuk meyakinkan bisa dimainkan sejak menit pertama.

" Kita masih punya waktu 30 jam untuk memantau kondisi Irfan Bachdim dan Firman Utina. Fisioterapis timnas terus berusaha keras untuk mengembalikan kondisi mereka. Yang jelas, kami ingin memasang starter line-up seperti pertandingan sebelumnya," kata Wolfgang Pikal, yang mewakili Alfred Riedl dalam sesi pre match press conference di Hotel Sultan, Sabtu (18/12).

Lebih lanjut, Wolfgang Pikal memprediksi Filipina akan tampil lebih terbuka dibanding sebelumnya. Untuk itu, ia dan Alfred Riedl sudah menyiapkan taktik dan strategi untuk meredam serangan Younghusband dkk.

“ Mereka sepertinya akan main terbuka karena butuh kemenangan. Namu , kita belum tahu, apakah mereka main terbuka di awal, pertengahan atau jelang akhir pertandingan. Pemain kita harus konsentrasi penuh,” papar Pikal.

Walau akan didukung lebih dari 70 ribu penonton, para pemain Indonesia diminta tidak menganggap remeh Filipina. Suasana riuh dalam stadion dinilai Pikal tidak terlalu menganggu penampilan skuad asuhan Simon McMenemy. Dengan sedikit menyindir, Pikal menyatakan Filipina adalah sekumpulan orang “bule” yang biasanya cuek.

Sementara itu, Filipina menyikapi laga kedua semi final ini dengan lebih rileks. Bahkan, mereka hanya sekali latihan pada Sabtu (18/12) sore di lapangan timnas. Sehari sebelumnya, mereka tidak menggelar latihan sama sekali dan lebih memilih jalan – jalan ke mal.

Pertandingan antara Indonesia melawan Filipina akan berlangsung Minggu (19/12) mulai pukul 19:00 WIB. Pertandingan kali ini akan dipimpin oleh wasit Ali Hasan Ebrahim abdulnabi (Bahrain) dibantu oleh dua asisten wasit, Eugene Chan (Singapura) dan Luong Lath Somphavanh (Laos), serta apisit Aonrak (Thailand) sebagai wasit cadangan.

Pelatih Alfred Riedl menghimbau para penonton untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api di stadio. Pasalnya, bunyi dari kembang api tersebut membuat komunikasi pemain di lapangan terganggu. Himbauan serupa pun dilakukan oleh Ketua Umum PSSI dan Mennegpora, beberapa hari sebelumnya. (asp)

http://www.pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=3053

Teman terkasih

Teman Terkasih… TEMAN, SAAT PERTAMA AKU MENGENALMU, KAMU ADALAH SEPERTI YANG SUDAH-SUDAH, DAN KAMU TETAP AKU ANGGAP TEMAN. TEMAN, SAAT KITA SALING BICARA, BANYAK CERITA YANG SERING...

http://www.puisiku.net/

Selasa, 14 Desember 2010

Pengantar bisnis 14

internb ibisnis Internasional

Definitions Definisi 

1. 1. The economic system of exchanging good and services , conducted between individuals and businesses in multiple countries . Yang sistem ekonomi dan pertukaran yang baik jasa , dilakukan antara individu dan bisnis di beberapa negara .
2. 2. The specific entities , such as multinational corporations (MNCs) and international business companies (IBCs), which engage in business between multiple countries. Spesifik entitas , seperti perusahaan multinasional (multinasional) dan perusahaan-perusahaan bisnis internasional (IBCs), yang bergerak di bisnis antara beberapa negara.
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.businessdictionary.com/definition/international-business.html





 



Pengantar bisnis 13

Tanggung jawab sosial suatu bisnis

Posted November 8th, 2010 by intannurliahtirta
Tanggung jawab sosial adalah usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya., yang meliputi konsumen, bisnis lain, karyawan dan investor.
Bidang tanggung jawab sosial :
1.       Tanggung jawab terhadap lingkungan . para perusahaan, khushnya di bidang industri harus memerhatikan hal-hal seperti  polusi udara, polusi air, polusi tanah, pembuangan limbah beracun, dan daur ulang
2.       Tanggung jawab terhadap pelanggan. Yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah hak konsumen, penetapan harga yang wajar, dan etika dalam periklanan
3.       Tanggung jawab terhadap karyawan
4.       Tanggung jawab terhadap penanam modal
Pendekatan tanggung jawab sosial. Mengingat adanya perbedaan pendapat, tidaklah mengherankan jika korporasi menerapkan sejumlah ppendekatan tanggung jawab sosial, diantaranya :
-          Sikap obstruktif
-          Sikap defensif
-          Sikap akomodatif
-          Sikap proaktif
Cara mengelola program tanggung jawab sosial :
a.       Tanggung jawab sosial harus dimulai dari atas dan dianggap sebagai faktor dalam perencanaan strategis
b.      Komite manager puncak harus mengembangkan rencana yang merinci level dukungan manajemen
c.       Seorang eksekutif harus diberi tanggung jawab atas agenda perusahaan
d.      Organisasi harus melakukan audit sosial (social audit) : analisis sistematis mengenai keberhasilan perusahaanmenggunakan dana yang telah ditetapkan untuk tujuan tanggung jawab sosial.

http://intannurliahtirta.ngeblogs.info/2010/11/08/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/