Senin, 26 Maret 2012

DUGAAN MONOPOLI: KPPU terima notifikasi Solusi Tunas



Large_kppu

JAKARTA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menerima notifikasi atas akuisisi yang dilakukan PT Solusi Tunas Pratama Tbk terhadap PT Platinum Teknologi. Notifikasi tersebut diterima KPPU pada 16 Maret dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

Kepala Biro Humas KPPU Ahmad Junaidi mengatakan pemeriksaan dokumen tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah aksi korporasi yang dilakukan dua entitas itu memenuhi threshold atau tidak.

“Pengumpulan data ini masih merupakan tahap awal untuk mengetahui apakah aset dan omzet dua entitas tersebut memenuhi katagori yangwajib notifikasi atau tidak,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin 26 Maret 2012.

Dia mengatakan untuk melanjutkan ketahap penilaian, KPPU membutuhkan data selengkap mungkin mengenai aksi koropoasi tersebut. Untuk itu, dia berharap para pihak terkait dapat kooperatif dan mendukung proses pengumpulan data yang dilakukan KPPU.

Ahmad menjelaskan apabila berdasarkan pengumpulan data diketahui bahwa perusahaan tersebut memenuhi threshold maka pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap penilaian.

Penilaian tersebut, jelas Ahmad, untuk mengetahui ada pelanggaran UU Persaingan Usaha atau tidak.

Dia menjelaskan KPPU akan melakukan penilaian selama 90 hari untuk mempelajari konsentrasi pasar dua entitas tersebut apakah berdampak pada praktik monopoli atau tidak setelah dilakukan akuisisi.

Penilaian terhadap akuisisi perusahaan dilakukan KPPU dengan mengacu Peraturan Pemerintah (PP) No.57/2010 tentang Tata Cara Pemberitahuan dan Penilaian Merger, Konsolidasi dan Akuisisi. Dalam penilaian nanti, lanjut Junaidi, KPPU akan memberikan pendapat berupa keberatan atau tidak keberatan atas aksi korporasi itu.

“Notifikasi ini tidak memberikan konsekuensi berupa pembatalan aksi korpoarasi. Kalau nanti perusahaan menolak menyikapi pendapat kami maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan perkara seperti yang biasa ditangani KPPU,” jelasnya.

Dalam PP tersebut diatur ketentuan bahwa proses merger, konsolidasi dan akuisisi suatu perusahaan dinyatakan tidak berpotensi melanggar UU Persaingan Usaha apabila konsentrasi pasar yang terbentuk kurang dari 1800 HHI (Hirschman Herfindahl Index/indeks konsentrasi pasar).

Perusahaan yang memiliki kewajiban melakukan notifikasi atas aksi korporasinya yakni dengan nilai aset sebesar Rp2,5 triliun dan ataupun nilai omzet (penjualan) mencapai Rp5 triliun.

Solusi Tunas mengakuisisi 75% saham Platinum Teknologi  dengan nilai mencapai Rp110 miliar. Solusi Tunas membeli saham Platinum dari pemilik sebelumnya, yakni Tower Technology Pte Ltd pada 16 Februari lalu.

Sampai dengan Desember 2011, KPPU mencatat 39 perusahaan melakukan notifikasi atas aksi korporasi yang dilakuakan.

Atas notifikasi tersebut terdapat 6 perusahaan yang tidak dilanjutkan ke tahap penilaian karena tidak memenuhi Threshold, dan 8 perusahaan yang dinyatakan tidak ada dugaan praktik monopoli maupun persaingan usaha tidak sehat. (Bsi)

SIDANG NUNUN: Hakim Tipikor ragukan keberadaan Ferry Yen



Large_nunun_nurbaeti

JAKARTA: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi meragukan bahwa Suhardi alias Ferry Yen sebagai penerima 480 lembar cek pelawat senilai Rp24 miliar betul-betul eksis keberadaanya. 
 Sebagai informasi 480 lembar cek senilai total Rp24 miliar yang dipesan oleh PT First Mujur Plantation Industry (FMPI), yang mulanya digunakan untuk pembelian lahan kebun kelapa sawit di Tapanuli Selatan, malah beralih ke tangan anggota DPR RI periode 1999-2004. Kasus ini menyeret sosialita Nunun Nurbaeti sebagai tersangka.

Budi Santoso mantan Direktur Keuangan PT FMPI pada saat menjadi saksi untuk terdakwa Nunun hari ini mengakui pada awal 2004 Hidayat Lukman Direktur dan juga pemilik PT FMPI bekerja sama dengan Suhardi alias Ferry Yen membeli kebun kelapa sawit di Tapanuli Selatan seluas 5000 hektar.
 "Saham Hidayat 80%, Suhardi (Ferry Yen) 20%. Total pembelian kebun sawit Rp75 miliar dengan harga tanah Rp15 juta/hektar. Jadi bagian pak Hidayat Rp60 miliar, Suhardi Rp15 miliar. Disediakan dulu untuk DP 40%," paparnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 
 Budi melanjutkan pada 7 Juni 2004, Hidayat Lukman menyediakan uang DP sejumlah Rp24 miliar dalam bentuk tujuh lembar cek pelawat. Namun begitu Ferry minta diganti dalam bentuk traveller cheque senilai Rp24 miliar dengan jumlah 480 lembar.
 "Kita pesan ke Artha Graha. Namun karna Artha Graha tidak jual TC mereka pesan ke BII. Tgl 8 Juni 2004 keluar TC. Pagi menjelang siang BII atau Artha Graha datang bawa TC saya tanda tangan saya kasih ke Ferry Yen," imbuh Budi.
 Sayangnya Ferry sebagai saksi kunci kasus suap TC ini dikabarkan meninggal pada 2007 tanpa adanya alasan yang jelas, sehingga benang merah dalam kasus ini menjadi kabur. Hal inilah yang membuat majelis hakim meragukan keberadaan dari Ferry Yen.
 Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko berulang kali mempertanyakan kepada Budi Santoso apakah Ferry Yen bukan merupakan tokoh karangan. Sudjatmiko juga bertanya apakah tokoh Ferry Yen merupakan hasil rekayasa
 "Ferry Yen beneran ada orangnya bukan karangan saudara? Berapa kali datang ke kantor jangan-jangan saudara merekayasa nama Ferry Yen," ujarnya.
 Pada perkara ini JPU KPK  mendakwa Nunun Nurbaetie melakukan suap terkait pemenangan Miranda Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia tahun 2004. Istri dari anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun itu didakwa dengan pasal penyuapan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena diduga melakukan penyuapan dengan pembagikan 480 lembar cek perjalanan kesejumlah anggota dewan senilai Rp 24 miliar. (sut)

 

 

 

 

LATAR BELAKANG KASUS PROYEK TENDER WISMA ATLIT


http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/309581_10150450489639027_271484204026_11083151_883608774_n.jpg

Pengusutan Kasus wisma atlet berawal dari kasus proyek pembangunan jalan tol tengah di Surabaya, Jawa Timur. Dari perkara itulah dar hasil pelacakan ditemukan adanya persengkongkolan dalam proyek pembangunan wisma atlet di Palembang. Awal mula Tim KPK melakukan penyelidikan proyek pembangunan wisma atlet tersebut, atas usulan deputi penindakan KPK berdasarkan pengembangan dari proyek yang berada di Surabaya.
 Sesungguhnya pengusutan Kasus Proyek Wisma Atlet itu berawal dari ketidak sengajaan. Pada bulan Maret 2011 terkait kasus Jalan Tol di Surabaya. Pada bulan itu di Surabaya memang tengah ramai kasus Proyek Tol Tengah. Pada Proyek tersebut terjadi perseteruan antara DPRD Kota Surabaya yang setuju pembangunan tol dan Walikota yang menolak Pembangunan. Pada akhirnya perseteruan itu dimenangkan oleh DPRD Kota Surabaya, proyek pembangunan jalan Tol tengah tersebut hampir mencapai 5 Trilliun, dan dibakal dibiayai perusahaan konsorsium. Dengan tetap menggunakan nama PT.MJT, saham perusahaan dibagi menjadi: PT.Jasa Marga 55 persen, PT DGI 20 persen, PT.PP 20 persen dan PT.Elnusa 5 persen. PT DGI yang ikut dalam proyek ini adalah perusahaan yang kini bermasalah dalam kasus pembangunan wisma Atlet.
Diduga ada permainan tender, maka sampailah sebuah informasi ke KPK terkait permasalahn pembangunan proyek tersebut. Diduga kuat ada praktik tidak sehat untuk melancarkan proyek tersebut dan dalam proses tender. Kebetulan salah satu pejabat KPK yakni Deputi Penindakan Ade Raharja mendapat informasdi tersebut, apalagi beliau sebelumnya bertugas di kepolisian di Surabaya. Tidak aneh jika Nazaruddin, dalam pernyataannya menuduh Ade Raharja sengaja merekayasa kasus dirinya.
 KPK mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dugaan main mata antara anggota DPRD dengan sejumlah perusahaan yang ikut dalam tender proyek tersebut. Berawal dari informasi tersebut, dimulailah pemantauan terhadap beberapa politisi di DPRD, demikian juga dengan para perusahaan yang terlibat, dan salah satunya PT DGI (Duta Graha Indah). Selama jalannya pemantauan, KPK tidak cukup menemukan bukti yang jelas terkait kasus jalan tol tengah Surabaya. Yang ada malah secara tidak sengaja, KPK menemukan bahan lain, yakni terkait PT DGI yang menjadi pemenang tender proyek Wisma Atlet Palembang. Ketika diselidiki, ternyata ada dugaan proses yang tidak sehat, dan terdapat deal-dealan dengan pihak tertentu untuk dapat meloloskan perusahaan PT DGI sebagai pemenang tender.
Dari situlah KPK mulai focus dan secara intensif mengawasi para Pejabat PT DGI, salah satunya Manajer Marketing M. EL Edris. Dan diketahui El Edris melakukan beberapa kontak dengan sejumlah penyelenggara Negara.
 Setelah intensif melakukan monitoring dan pengawasan terkait dugaan suap yang merugikan Negara dan menjalarnya penyakit masyarakat yakni korupsi dan penggemblungan dana akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa kali terkecoh terkait transksi suap karena batal dilakukan, akhirnya sampailah pada transaksi oleh PT DGI (El Edris dan Rosa) dengan Sesmenpora Wafid Muharam. Tanggal 20 April KPK mencatat ada komunikasi intens antar 2 pihak tersebut.
KPK pun mulai bergerak, dan kedua pihak tertangkap basah sedang bertransaksi. Saat penangkapan tidak terjadi insiden yang besar, Wafid panik dan kemudian menyebar uang dimana-mana. Bahkan cek dan beberapa uang sampai diberikan ke sopir dan ajudannya. adapula uang yang berserakan dilantai. Dari peristiwa penggerebekan transaksi tersebutlah, cerita tentang keterlibatan M. Nazaruddin muncul.

 

Senin, 02 Januari 2012

Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ratusan warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing memadati Lapangan Kodim Rantepao, Kabupaten Toraja Utara (Torut) untuk menyaksikan puncak perayaan even wisata Lovely December 2011, Kamis, 29 Desember 2011. Acara ini menampilkan berbagai atraksi seni lokal budaya Toraja masing-masing kecamatan, seperti kolosal musik bambu, tari Ondo Samalele dan Sisambakdidi. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh artis ibukota Bella Safira dan artis KDI.
Selain dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang, puncak acara juga dihadiri para bupati, staf ahli Bidang Holtikultura Menteri Pariwisata, Heri Kuntoro, Duta Besar Jerman, anggota DPR dan DPD RI, anggota DPRD Sulawesi Selatan, unsur Muspida Sulawesi Selatan dan tamu asing dari eropa.

Menurut Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring, perkembangan sektor pariwisata akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Hal ini telah didorong oleh pemerintah daerah dengan menggelar Lovely December yang membawa anugrah dan berkah, apalagi akan didukung dengan bandara udara pariwisata terbesar setelah Bali. Agar lebih semarak, tahun depan panitia akan mengundang seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk mengikuti pameran pembangunan karena tanun ini hanya diikuti oleh beberapa stan saja. Bupati juga meminta warga setempat untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi even serupa tahun depan.

Gubernur Sulawesi Selatan pada kesempatan itu menegaskan bahwa Lovely December bukan hanya momentum bagi para wisatawan asing tapi semua masyarakat Toraja bisa lebih berperan mendorong sektor pariwisata. Syahrul juga memiliki obsesi menjadikan Toraja daerah tujuan wisata terbaik di Indonesia, melebihi Bali. Apalagi jika bandar udara yang baru dapat berfungsi maksimal sehingga transportasi wisatawan ke Toraja lebih mudah.

Selain itu, Syahrul menilai tahun ini Lovely December lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan optimis tahun depan, Lovely December 2012 akan lebih semarak lagi karena akan semakin banyak diminati wisatawan asing maupun domestik.


http://www.sulsel.go.id/content/pariwisata-dorong-pertumbuhan-ekonomi

Provinsi

Pendidikan Dasar Bebas Pungutan

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Larangan Pungutan di Jenjang Pendidikan Dasar (SD dan SMP).
Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan di SD dan SMP itu dikeluarkan guna menutup celah kemungkinan terjadinya pungutan oleh sekolah setelah pemerintah menaikkan biaya operasional tahun 2012.
"Jadi, di 2012 kami tutup celah bagi sekolah untuk memungut biaya apa pun, terutama terkait dengan biaya operasional. Saya sudah tandatangani Permen Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan sebagai janji kami akhir tahun ini," kata Mendikbud Mohammad Nuh, di Jakarta, baru-baru ini.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah akan menaikkan anggaran dana BOS, sehingga bisa meng-cover 100% biaya operasional. Hal itu didasari kenyataan tahun-tahun sebelumnya di mana sekolah masih melakukan pungutan, meski telah diberi BOS.

Dari survei yang dilakukan Kemdikbud, jenis pungutan yang paling banyak terjadi di lapangan tahun ajaran 2011/2012 adalah pungutan seragam sekolah, yakni 46,7%. Di urutan kedua ada pungutan buku atau LKS (14,2%), pembangunan atau gedung (4,3%), administrasi pendaftaran (2,5%), SPP (1,9%), ekstrakurikuler (1,3%), laboratorium (0,3%), dan masa orientasi (0,3%).

Seragam Sekolah

Nuh menjelaskan, survei tersebut dilakukan di 675 SD di 33 provinsi. Meski demikian, pungutan seragam sekolah sepenuhnya dikembalikan pada keinginan masing-masing orang tua murid.
Namun, pungutan seperti uang pembangunan atau gedung, administrasi pendaftaran, SPP, masa orientasi, ekstrakurikuler, laboratorium, masa orientasi, dan ujian secara tegas tidak diperbolehkan.

Permendikbud tersebut tidak hanya berlaku untuk sekolah-sekolah negeri dan swasta yang menerima BOS, tetapi juga berlaku bagi sekolah RSBI. "Sekolah yang dimaksud adalah yang setara dengan SD dan SMP, termasuk SLB, SMP-LB, dan SMP Terbuka," ungkap Nuh.

Sekolah-sekolah negeri dilarang melakukan pungutan baik biaya operasional maupun biaya investasi, sedangkan sekolah swasta yang menerima BOS hanya dilarang memungut biaya operasional, sementara pungutan biaya investasi masih diperbolehkan.

Untuk SD dan SMP yang masuk kategori SBI, dilarang melakukan pungutan tanpa persetujuan dari menteri atau pejabat yang ditunjuk. Sementara SD dan SMP yang masih berstatus RSBI, dilarang melakukan pungutan tanpa persetujuan tertulis dari bupati atau wali kota atau pejabat yang ditunjuk.
Bagi sekolah yang tidak menaati aturan baru tersebut, Kemdikbud akan memberikan sanksi. Di antaranya teguran tertulis, mutasi, dan sanksi administratif (untuk kepala sekolah negeri), pencabutan izin penyelenggaraan (untuk kepala sekolah swasta), hingga pembatalan pungutan. (K32)


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/02/172100/16/Pendidikan-Dasar-Bebas-Pungutan

MESDM Harapkan Pasokan Gas Domestik 2012 Semakin Besar

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik berharap, pada tahun 2012 akan semakin banyak pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama dalam menggantikan peran Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Tahun depan BBM akan lebih banyak dikonversi ke gas, baik untuk PLN, industri pupuk, industri baja, dan industri kecil lainnya," demikian diungkapkan Menteri ESDM pada sebuah wawancara di Metro TV di penghujung tahun 2011.

Menurut Menteri Jero Wacik, Indonesia mempunyai banyak sumber gas, namun saat ini ekspor juga masih banyak, sehingga ke depan perlu dilakukan pendekatan untuk meyakinkan investor agar mau memberikan gasnya untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk gas dari lapangan Tangguh.

“Kita punya banyak sumber gas, namun negosiasi harus cermat dan baik sehingga porsi untuk domestik lebih besar,” kata Menteri Jero Wacik.

Menteri ESDM menjelaskan, dengan memberikan gas untuk PLN sebesar 40 juta kubik feet saja, PLN telah menghemat Rp 3 triliun per tahun. Bila PLN diberikan lebih banyak gas lagi, misalnya dari Tangguh sebanyak 140 juta kubik feet akan bisa menghemat lebih dari Rp 9 triliun. "Bila costnya turun maka subsidi juga akan turun," tegas Menteri.

Oleh karena itu, Menteri ESDM telah berusaha merangkul pengusaha migas dan batubara untuk bersama-sama menyamakan visi. "Intinya adalah komunikasi, dirangkul, dan diberi ruang, sehingga aka ada win-win solution dimana investor dan negara sama-sama untung," pungkasnya. (KO)


http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/5337-mesdm-harapkan-pasokan-gas-domestik-2012-semakin-besar.html

Kementerian

Boero Tewas Setelah Terjatuh

Jorge MartinezBoero
BUENOS AIRES, Kompas.com - Seorang pebalap motor Argentina, Jorge Martinez Boero tewas setelah terjatuh saat mengikuti lomba reli Dakar di Argtentina, Minggu (1/1).

Boero, 38,  tengah memacu Beta RR450 di stage pertama dari Mar del Plata menunju Santa Rosa di provinis La Pampa saat terjatuh. Ia mengalami cedera parah di bagian dada dan mengalami serangan jantung.

"Pengendara motor ini mengalami serangan jantung setelah terjatuh dan mendapatkan pertolongan medis lima menit setelah terjatuh," demikian pernyataan resmi panitia reli.

Meski dokter tiba dengan menggunakan helikopter, namun mereka gagal menyelamatkan nyawa Boero yang meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Reli Dakar tahun ini mengambil lokasi di antara Argentina, Cile dan Peru. Menempuh jarak 9000 kilomet6er, reli akan mengambil finish di ibu kota Peru, Lima pada 15 Januari.
"Pengendara motor ini mengalami serangan jantung setelah terjatuh dan mendapatkan pertolongan medis lima menit setelah terjatuh